WAHAI ANAKKU...BUNUHLAH NAFSUMU!
WAHAI ANAKKU...BUNUHLAH NAFSUMU!
📖Imam Al-Ghazali dalam kitab Ayyuhal-Walad memberi nasehat:📖
أَيُّهَا الوَلَدُ، يَنْبَغِي لَكَ أَنْ يَكُوْنَ قُوْلُكَ
وَفِعْلُكَ مُوَافِقًا لِلشَّرْعِ، إِذِ العِلْمُ وَالعَمَلُ بِلَااقْتِدَاءٍ لِلشَّرْعِ ضَلَالَةٌ، وَيَنْبَغِي لَكَ أَلَّا تَغْتَرَّ بِالشَّطْحِ وَطَامَّاتِ الصُّوْفِيَّةِ، لِأَنَّ سُلُوْكَ هَذَا الطَّرِيْقِ يَكُوْنُ بِالمُجَاهَدَةِ وَقَطْعِ شَهْوَةِ النَّفْسِ وَقَتْلِ هَوَاهَا بِسَيْفِ الرِّيَاضَةِ، لَابِالطَّامَّاتِ وَالتُّرَّهَاتِ
Wahai anakku, seharusnya ucapan dan tindakanmu seirama dengan syariat, karena ilmu dan amal perbuatan tanpa mengikuti syariat adalah sesat. Semestinya kau tidak terperdaya dengan keanehan dan hal-hal menakjubkan para sufi. Karena, untuk menempuh jalan ini membutuhkan mujahadah, memutuskan nafsu syahwat, dan membunuh gairah nafsu dengan pedang riyadhah, bukan dengan keanehan dan perbuatan tak berguna.
وَاعْلَمْ أَنَّ اللِّسَانَ الُمطْلَقَ وَالقَلْبَ المُطْبَقَ المَمْلُوْءَ بِالغَفْلَةِ وَالشَّهْوَةِ عَلَامَةُ الشَّقَاوَةِ. فَإِذَا لَمْ تَقْتُلِ النَّفْسَ بِصِدْقِ المُجَاهَدَةِ فَلَنْ يَحْيَا قَلْبُكَ بِأَنْوَارِ المَعْرِفَةِ
Ketahuilah bahwa lisan yang tidak terkontrol dan hati yang tertutup, yang dipenuhi dengan ghaflah (kelalaian) dan syahwat adalah tanda celaka. Jika engkau tak bunuh nafsumu dengan mujahadah yang benar, maka hatimu tidak akan hidup dengan cahaya makrifat.
-Imam Al-Ghazali, kitab Ayyuhal Walad.

Komentar