KEBAHAGIAAN DUNIA DAN AKHIRAT DALAM DOA
KEBAHAGIAAN DUNIA DAN AKHIRAT
DALAM DOA
Dalam sebuah hadis diajarkan doa:
7078 - حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ دِينَارٍ حَدَّثَنَا أَبُو قَطَنٍ عَمْرُو بْنُ الْهَيْثَمِ الْقُطَعِىُّ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِى سَلَمَةَ الْمَاجِشُونِ عَنْ قُدَامَةَ بْنِ مُوسَى عَنْ أَبِى صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ *« اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ ».*
Abu Huroiroh ra berkata:
Rosul Saw berdoa:
“Ya ALLAH,
perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng (ishmah) urusanku;
perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku;
perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku!
Jadikanlah ya ALLAH kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan”
(Hadis riwayat Muslim:7078)
وَقِيلَ مَعْنَاهُ: أَنَّ الدِّينَ حَافَظُ جَمِيعِ أُمُورِي فَإِنَّ مَنْ فَسَدَ دِينُهُ فَسَدَتْ جَمِيعُ أُمُورِهِ وَخَابَ وَخَسِرَ فِي غَيْبَتِهِ وَحُضُورِهِ وَخَزْلِهِ وَسُرُورِهِ (وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ) أَيْ مَنْ يُعِينُنِي عَلَى الْعِبَادَةِ (الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي) قِيلَ مَعْنَاهُ: احْفَظْ مِنَ الْفَسَادِ مَا أَحْتَاجُ إِلَيْهِ فِي الدُّنْيَا (وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي) مَصْدَرُ عَادَ إِذَا رَجَعَ، أَيْ وَفِّقْنِي لِلطَّاعَةِ الَّتِي هِيَ إِصْلَاحُ مَعَادِي (وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً) أَيْ سَبَبَ زِيَادَةٍ (لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ) أَيْ بِأَنْ يَكُونَ عَلَى شَهَادَةٍ وَاعْتِقَادٍ حَسَنٍ وَتَوْبَةٍ، حَتَّى يَكُونَ مَوْتِي سَبَبَ خَلَاصِي عَنْ مَشَقَّةِ الدُّنْيَا وَحُصُولِ رَاحَةٍ فِي الْعُقْبَى قَالَ الطِّيبِيُّ – رَحِمَهُ اللَّهُ: إِصْلَاحُ الدُّنْيَا عِبَارَةٌ عَنِ الْكَفَافِ فِيمَا يَحْتَاجُ إِلَيْهِ وَأَنَّهُ يَكُونُ حَلَالًا وَمُعِينًا عَلَى طَاعَةِ اللَّهِ، وَإِصْلَاحُ الْمَعَادِ اللُّطْفُ وَالتَّوْفِيقُ عَلَى عِبَادَةِ اللَّهِ وَطَاعَتِهِ،
“Satu pendapat mengatakan:
artinya adalah bahwa agama itu menjaga seluruh urusanku,
karena siapa-pun yang rusak agamanya, rusak pula seluruh urusan hidupnya,
celaka dan rugi,
baik urusan gaibnya,
nyatanya,
duka dan senangnya.
(Perbaikilah bagiku duniaku)
yaitu yang bisa membantuku dalam beribadah.
(yang menjadi tempat kehidupanku).
Satu pendapat mengatakan artinya adalah jagalah dari rusaknya bagian yang aku butuhkan dari dunia ini
(perbaikilah bagiku akhiratku yang merupakan tempat kembaliku)
yaitu berilah aku taufiq untuk taat yang disitulah kebaikan tempat kembaliku nanti
(jadikanlah hidupku sebagai nilai tambah) menjadi sebab bertambahnya (setiap kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari kejahatan)
yaitu berada dalam syahadat Islam,
aqidah yang benar dan taubat,
sehingga kematianku menjadi sebab kebebasanku dari beban kesulitan dunia dan menggapai kesenangan akhirat.
At-Thoyyibi ra berkata:
‘Islahud dunya
(diperbaikinya dunia)
berarti mencukupi diri dengan apa yang dibutuhkan saja,
halal dan membantu taat kepada ALLAH. Sedangkan islahul maad
(diperbaikinya akhirat) adalah kasih sayang ALLAH dan taufiq-Nya untuk bisa beribadah dan mentaati ALLAH”
_(Mirqotul Mafatih:5/1721)_
Penulis:Ustadz Koesyanto ilyas S. PD.i
Komentar