Hukum Menanam Bulu Mata Palsu


TANYA JAWAB FIQIH & AQIDAH




Sail : @FULANAH

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum

Ummi wa ustdz..

Afwan mau tnya, bgmn hukumnya kl istri tanam bulu mata/melentikan bulu mata spy trlihat cantikk di hdpn suami?? Mhn penjelasannya ummi wa ustdz.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


Jawanan :

Wa alaikum salam

Hukum nya di tafshil:


Pertama,

Dihukumi haram jika bulu mata palsu terbuat dari benda najis, seperti terbuat dari bulu binatang yang haram dimakan.

Kedua,

Dihukumi haram jika bulu mata palsu tersebut berasal dari bulu manusia, meskipun bulu milik diri sendiri. Misalnya, menyambung bulu mata dengan bulu mata sendiri yang sudah lepas. Begitu juga haram menyambung bulu mata dengan bulu mata milik orang lain.

Ke tiga

, boleh jika bulu mata palsu tersebut terbuat dari benda suci, seperti terbuat dari plastik dan mendapat izin dari suami.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Hasyiah Al-Bujairimi ala Syarh Minhajit Thullab berikut;


حاصله أن وصل المرأة شعرها بشعر نجس أو شعر آدمي حرام مطلقا سواء كان طاهرا أم نجسا من شعرها أو شعر غيرها بإذن الزوج أو السيد أم لا وأما وصلها بشعر طاهر من غير آدمي فإن أذن فيه الزوج أو السيد جاز وإلا فلا



Intinya, perempuan menyambung bulunya denga bulu yang najis atau bulu manusia adalah haram secara mutlak, baik bulu manusia itu suci atau najis, bulu milik diri sendiri atau orang lain, seizing suami dan tuan atau tidak.

Adapun jika perempuan menyambung bulunya dengan bulu yang suci dari selain bulu manusia, jika mendapat izin dari suami atau tua, maka hukumnya boleh. Jika tidak mendapat izin suami atau tuan, maka tidak boleh.


Ke empat

Jika belum punya suami dan ingin memasang bulu mata palsu yang terbuat dari benda suci,

Maka menurut Syaikh Abu Hamid Al-Isfirayini makruh, tidak haram. Sementara menurut sebagian ulama adalah haram. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Syarhul Kabir berikut;


أما شعر غير الادمى فينظر فيه الي حال المرأة ان لم يكن لها زوج ولا سيد فلا يجوز لها وصله للخبر ولانها تعرض نفسها للتهمة ولانها تغر الطالب وذكر الشيخ ابو حامد وطائفة انه يكره ولا يحرم


Adapun bulu selain manusia, maka perlu dilihat kondisi seorang perempuan. Jika dia tidak punya suami, maka dia tidak boleh menyambungnya karena hadis di atas. Juga hal itu akan memunculkan prasangka negative pada dirinya dan akan menipu calon (orang yang hendak meminangnya). Dan Syaikh Abu Hamid dan sekelompok ulama menyebutkan bahwa hal itu hanya makruh, tidak haram.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

TIM MUSYAWIRIN

MUSHOHIH

Ustadz Abu Siman
Ustadz Hosiyanto Ilyas S.Pd.I.
Ustadz M.Hasyim S.Pd.I.
Ustadz Jalaluddin Suyuti
Ustadz Abdha' Mukhtar S.H.
Ustadz Aby Hadi
Ustadz Muhammad Sholehuddin
Ustadzah Aulia Al zahra M. pd
Ustadzah Susanti

PENULIS DAN PERUMUS REDAKSI

Ustadz Abu Siman

Ustadz Saifuddin

PENANGGUNG JAWAB

Uztadzah Hj. Dinda Zulaikha

Komentar

POPULAR POST

Apakah Batalkah Puasa orang yg Berasa mau Muntah

APAKAH TAKDIR BISA DI RUBAH??

Hukum Menunda Penguburan Jenazah

Jumlah Rakaat Sholat Sunat Rawatib

Hukum Busana muslimah Yg Harus Di Hindari

Hukum Mengganti Nama Yg lebih Baik Menurut islam

Hukum Cinta Menurut Islam

HUKUM MEMOTONG KUKU DAN RAMBUT DALAM KEADAAN HAID

Dengan Tiga Hal Cita-Cita Dapat Diraih